Selamat Datang di Website BANUA NIHA KERISO PROTESTAN | RESORT 42 BNKP JEMAAT TELADAN MEDAN, Ya'ahowu.. 🙏
Sejarah BNKP Jemaat Teladan Medan
📖 Sejarah Singkat BNKP Jemaat Teladan Medan

Pada masa revolusi maupun pada masa-masa sebelumnya, pemuda pemudi kita yang berasal dari Nias kurang berminat meninggalkan kampung halaman, tetapi sesudah penyerahan kedaulatan Republik Indonesia, mulailah keinginan itu timbul terutama dikalangan pemuda-pemudi, pelajar serta golongan-golongan lain sehingga mereka secara berkelompok keluar daerah; ada yang ke Jawa dan ada yang ke Sumatera Utara diantaranya di Kota Medan ini. Berhubung semakin banyaknya saudara-saudara kita dari daerah Nias di Medan ini, terutama yang memeluk agama Kristen, timbullah beberapa persoalan dan kesulitan seperti

  1. Dalam hal kelahiran anak, di mana dibaptiskan?
  2. Anak-anak sekolah yang meningkat di alam dewasa, di mana mereka disidikan?
  3. Dalam hal kematian, di mana dan siapa yang menyelenggarakan penguburan secara Kristen?
  4. Dalam hal pemuda-pemudi yang hendak menikah, di mana dan siapa yang melaksanakan upacara pernikahan secara agama Kristen?

Kesemuanya kesulitan dan persoalan tersebut adalah menyangkut masalah kehidupan beragama. Maka untuk mengatasi kesulitan-kesulitan dimaksud, orang-orang tua yang berada di Medan, diundang oleh Bapak K. Telaumbanua (orang tua dari Bapak Pdt. Roos Telaumbanua) dan mengadakan perembukan untuk melaksanakan kebaktian BNKP Nias di Medan ini. Bapak K. Telaumbanua adalah salah seorang anggota Pengurus Besar dan Anggota Sinode BNKP Nias yang tertua, dalam jabatan tersebut dan dialah yang memberi dorongan keras kepada Bapak Pendeta R. Telaumbanua supaya diadakan kebaktian di Medan. Pada waktu beliau berada di Medan pada tanggal 25 Desember 1955 tepat pada Hari Perayaan Natal, dimulailah kebaktian pertama, bertempat di Jl. Perwira No. 6 Medan rumah Bapak Pdt. R. Telaumbanua atas kerelaan beliau, karena kesulitan mendapatkan tempat kebaktian. Inilah titik awal berdirinya Gereja BNKP Medan dan secara khusus Jemaat BNKP Teladan Medan. Rumah Bapak Pdt.R. Telaumbanua (Ama Gadona) ini dipakai sampai pada akhir tahun 1967 sebagai tempat kebaktian Jemaat BNKP Medan.


Setelah berjalan beberapa kali kebaktian, oleh Bapak Pdt. Roos Telaumbaua meminta kepada Pengurus Besar BNKP di Gunungsitoli supaya Gereja di Medan disyahkan sebagai cabang BNKP yang berpusat di Nias yang telah menjadi Badan Hukum dengan ketetapan tanggal 18 Maret 1938 No. 32 staatsblad No. 138 jo. tanggal 14 Desember 1948 No. 1857/ak/48 yang kemudian permintaan ini di setujui dan disyahkan sebagai Cabang BNKP dengan Surat Keputusan tanggal 16 Juli 1956 o. 55/BPH/56 yang disusul dengan pengakuan Jawatan Agama Provinsi Sumatera Utara.

Pada awal tahun 1956, sewaktu Bapak Ephorus BNKP mengadakan peninjauan ke daerah-daerah diaspora, termasuk di Medan, maka pada hari Minggu tanggal 22 Januari 1956 beliau mentahbiskan Satua Niha Keriso BNKP di Medan:

  1. Bapak D. Waruwu (Ama Roslina)
  2. Bapak S.M. Dachi (Ama Tawarich)
  3. Bapak Faulumbõwõ Hulu (Ama Meiyer)
  4. Bapak S. Daeli (Ama Ruslan)
  5. Bapak Andreas Zebua (Ama Zaro)
  6. Bapak B. Lase (Ama Asalkian)

Walaupun demikian, terdapat dua orang yang tidak bersedia menjadi Satua Niha Keriso karena masih lajang (belum berkeluarga).

Pada saat pentahbisan ini juga sekaligus oleh Bapak Ephorus mensyahkan Susunan Pengurus Gereja BNKP Nias Cabang Medan yaitu :

  • Ketua Majelis : Bapak Pdt. R. Telaumbanua (Ama Gadona)
  • Sekretaris : Bapak Faulumbõwõ Hulu (Ama Meiyer Hulu)
  • Bendahara : Bapak S.M. Dachi (Ama Tawarich)

Sampai dengan tahun 1957, Bapak Pdt. R. Telaumbanua tetap melaksanakan tugas pelayanan dengan dibantu oleh beberapa orang yang baru pindah ke Medan, yaitu:

  1. Bapak P.N. Harefa – Kepala Jawatan Agama Kristen di Tarutung
  2. M.B. Harefa dari Sibolga
  3. T.D. Telaumbanua – Mahasiswa Teologia HKBP Nommensen Siantar
  4. B. Larosa – Mahasiswa Teologia HKBP Nommensen Siantar

Mengingat semakin bertambah para pelajar, Mahasiswa, Pegawai Pemerintah yang berdomisili di Medan, semakin terasa kekurangan tempat kebaktian di Rumah Bapak Pdt. R. Telaumbanua sehingga timbul keinginan orang-orang tua untuk mendirikan gereja BNKP Nias Cabang Medan, maka pada tahun 1956 Bapak Pdt. R. Telaumbanua mengajukan permohonan kepada Walikota Medan untuk mendapatkan tanah pertapakan Gereja BNKP di Medan. Sesudah 4 (empat) tahun lamanya baru pada tahun 1960 permohonan pertapakan tanah tersebut di kabulkan oleh Walikota Medan Bapak Residen Madja Purba dengan surat Keputusan tanggal 10 Maret 1960 No.267/DPD yaitu pertapakan Gereja kita ini (Jl. Asrama II no. 3, Teladan Medan) dan Surat Ijin Membangun Bangunan dengan Surat Keputusan tanggal 8 Maret 1961 No.231T/RKT/75.

Selanjutnya untuk merealisasikan pembangunan Gereja BNKP Nias di Medan maka pada tanggal 11 September 1960 dibentuklah panitia pembangunan Gereja BNKP Nias cabang Medan dengan susunan sebagai berikut :

  • Pelindung : Bapak Ephorus BNKP P.S. Mendrõfa
  • Ketua I : Bapak Pdt. R. Telaumbanua
  • Ketua II : Bapak Gr. Jemaat M.B. Harefa
  • Sekretaris I : Bapak Fatolosa Hulu (Ama Konstan Hulu)
  • Sekretaris II : Bapak Faulumbõwõ Hulu (Ama Meiyer)
  • Bendahara I : Bapak S.M. Dachi (Ama Tawarich)
  • Bendahara II : Bapak W. Harefa (Hiburan)
  • Komisaris Umum :
    • Bapak D. Waruwu (Ama Roslina)
    • Bapak B. Lase (Ama Asakia)
  • Komisaris-komisaris:
    • Bapak Rorogõ Mendrõfa (Ama Wohada)
    • Bapak Sid. Zebua
    • Bapak T. Zega
    • Bapak Fatiaro Hulu (Ama Erlin)
    • Bapak T. Telaumbanua (Ama Arota)
    • Bapak Fabõwõsa Harefa
    • Bapak Lõfa’oto Lase
Pembantu Umum di Luar Kota Medan
  1. Bapak S.W. Marundruri – Simalungun
  2. Bapak Hadamen – Tebing Tinggi
  3. Bapak T. Laoli – Langkat
  4. Bapak T. Zebua – Karo
  5. Bapak T. Gea – Kisaran
  6. Bapak D.z. Marunduri – Aceh
Sumber Dana Panitia
  1. Sumbangan wajib warga jemaat:
    • Yang sudah berkeluarga: Rp 3.000,-
    • Pegawai lajang: Rp 2.000,-
    • Pelajar & mahasiswa: Rp 1.000,-
  2. Lelang di antara jemaat
  3. Penjualan kupon (piagam)
  4. Mencari dermawan melalui panitia
  5. Menjual kalender/gambar gereja
  6. Lain-lain usaha yang halal

Sejalan dengan program kerja panitia, maka pada tanggal 27 November 1960 dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Gereja BNKP Medan. Dengan perkiraan pada saat itu biaya pembangunan gereja sebesar Rp. 750.000,- kemudian mengalami perubahan setelah diadakan perkiraan oleh pemborong biaya bertambah menjadi Rp. 1.200.000,- (tahun 1960), sebagai tenaga teknis bangunan saat itu adalah Bapak Hadamend (Ama Agus Mendrofa) dan Bapak F. Zaluchu (Ama Berdikari).


Pembangunan Gereja ini dilakukan secara bertahap dimulai dengan membangun :
  1. Fondasi bangunan ini sangat dalam karena pertapakan Gereja ini adalah bekas Lobang Jepang untuk berlindung.
  2. Selanjutnya pembangunan tiang dan badan gereja serta bagian lainnya.
  3. Pada tahun 1965 pembangunan Rumah Pendeta di samping sebelah kiri gereja selesai. Karena pada saat itu kekurangan pendeta di Nias, maka Pdt. R. Telaumbanua dibantu oleh Pdt. Fons Gulõ, Pendeta BNKP yang ditempatkan di Gereja Batak Karo di Kabanjahe.

Sejalan dengan perkembangan anggota jemaat yang semakin lama semakin bertambah, maka harus diikuti dengan penambahan jumlah Pelayan Gereja dimana pada tanggal 23 Mei 1963 dilaksanakan pengukuhan petugas yang terdiri dari :

  • Guru Jemaat
    • Gr. Jemaat T.T. Zendratõ
    • Gr. Jemaat M.B. Harefa
  • Satua Niha Keriso
    • D. Waruwu (Ama Roslina)
    • S.M. Dachi (Ama Tawarich)
    • Faulumbõwõ Hulu (Ama Meiyer Hulu)
    • T. Zalukhu (Ama Tibe)
    • Fatolosa Hulu (Ama Konstan)
    • M. Nihonogõi Dachi (Ama Hendriete)
    • W. Harefa
    • Fao’ato Harefa
    • D. Larosa
  • Solului
    • F. Zalukhu (Ama Berdikari)
    • Lizaro Zebua
    • Bill Hulu (Ama Margareh)
    • Ya’aro Laoli (Ama Gawa’a)
    • F. Zebua
    • Hadamen (Ama Agus Mendrofa)
    • Sid. Zebua
    • T. Laoli
    • Wilmar F. Hondrõ
    • Sozanolo Daeli
    • Aro’õ Zai

Guna mempercepat lajunya pembangunan Gereja BNKP Medan dan untuk mengikut sertakan seluruh potensi yang ada, pada tanggal 22 Juni 1966 diadakan penambahan panitia pembangunan dengan susunan sebagai berikut :

  • Ketua Umum: Pdt. R. Telaumbanua (Ama Gadona)
  • Ketua I : B. Lase
  • Ketua II : S. Daeli
  • Ketua III : M.B. Harefa
  • Ketua IV : Faulumbõwõ Hulu (Ama Meiyer)
  • Ketua V : Ja’aro Laoli (Ama Gawa’a)
  • Sekretaris Umum : Gr. Jemaat T.T. Zendratõ
  • Sekretaris I : M.N. Dachi (Ama Hendriete)
  • Sekretaris II : Amir Harefa
  • Sekretaris III : Tolosa Daeli
  • Bendahara I : S.M. Dachi (Ama Tawarich)
  • Bendahara II : W. Harefa

Seksi Keuangan : D. Waruwu (Ama Roslina), Fatolosa Hulu (Ama Konstan), Fati’aro Hulu (Ama Erlin), D. Larosa, T. Zalukhu (Ama Tibe), O. Daeli (Ama Eta)

Seksi Tekhnik / Pengangkutan : Hadamen (Ama Agus), F. Zalukhu (Ama Berdikari), F. Zebua, M. Hulu, Mendrõfa, Aroziduhu Mendrõfa

Seksi Publikasi / Pengerahan Massa : Adieli Daeli, Fahuwu Zebua B.A., Faogõmbõwõ Zebua, M.F Duha, Mj. L. Lase, Fatiziduhu Harefa, F. Harefa

Pada tanggal 22 Juni 1966 Bapak Ephorus BNKP mengangkat Sinenge dan Satua Niha Keriso ( SNK ) yang terdiri dari :(1966)

  • T.T. Zendratõ – Guru Jemaat
  • Faulumbõwõ Hulu – SNK
  • S.M. Dachi – SNK
  • M.T. Harefa – SNK
  • M.N. Dachi – SNK
  • D. Waruwu – SNK
  • W. Harefa – SNK
  • D. Larosa – SNK
  • T. Zalukhu – SNK
  • S. Daeli – SNK
  • B. Mendrõfa – SNK
  • Drs. F. Zebua – Solului
  • Bill Hulu – Solului
  • Ja’aro Laoli, B.A. – Solului
  • Faomambõwõ Zalukhu – Solului
  • Jakhin Dachi – Solului

Setelah penyempurnaan panitia pembangunan mereka melanjutkan jenis-jenis pekerjaan yang masih belum selesai yaitu :

  1. Pemasangan dinding.
  2. Pengecoran lantai II.
  3. Pemasangan atap dan pembuatan menara (Malige), selesai akhir tahun 1967.

Kemudian pada tanggal 22 Januari 1969 Gerja BNKP Medan ditahbiskan (te’amoni’o) dan sekaligus dilaksanakan serah terima Gereja BNKP Teladan Filial Medan antara Pdt. R. Telaumbanua ( Pihak I ) Pendeta BNKP Filial Medan kepada Pdt. T. Hulu sebagai Ephorus BNKP di Nias ( Pihak II ) dengan demikian mulai tanggal 22 Januari 1969 Gereja BNKP Cabang Medan berubah menjadi Gereja BNKP Filial Medan;

Pada tanggal 22 Januari 1969, Gereja BNKP Medan ditahbiskan (te’amoni’o) dan dilakukan serah terima dari Pdt. R. Telaumbanua (Pihak I) kepada Pdt. T. Hulu (Ephorus BNKP, Pihak II). Dengan demikian, BNKP Cabang Medan resmi berubah menjadi BNKP Filial Medan.


Dengan dikeluarkannya izin mendirikan bangunan sesuai dengan surat keputusan walikota Medan nomor 455.2/258.K tanggal 28 Februari 2014, maka pada tanggal 8 Juni 2014 telah dimulai peletakan batu pertama pembangunan dan renovasi gedung gereja Jemaat BNKP Teladan Medan termasuk di dalamnya Rumah Dinas Pendeta Jemaat, Ruang SM, Gedung Serbaguna dll.